Cegah Penyakit dengan Vaksinasi saat Dewasa

  • Whatsapp

Ternyata vaksin tidak hanya diperuntukan untuk anak-anak, tetapi orang dewasa pun perlu vaksinasi. Banyak yang mengira vaksinasi saat masih kecil dulu sudah cukup memberikan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk sepanjang hidupnya.

Untuk beberapa jenis penyakit mengharuskan vaksinasinya harus dilakukan secara berkala termasuk saat ketika sudah dewasa. Tujuan dari vaksinasi ulang adalah untuk mempertahankan imunitas atau kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

Kemudian ada juga beberapa penyakit yang vaksinnya memang belum ada saat masih kecil dulu. Terlebih lagi ada vaksin yang memang diperuntukkan untuk orang dewasa, karena untuk jenis penyakit tertentu justru lebih memiliki resiko tinggi menyerang orang dewasa.

Dalam usaha preventif, maka vaksin dewasa memegang peranan penting untuk mencegah berbagai penyakit itu datang menghampiri. Oleh sebab itu berikut ini beberapa vaksin dewasa yang berguna mencegah berbagai macam penyakit datang menyerang.

Vaksin Dewasa Untuk Cegah Penyakit

1. Influenza
Semua orang diewasa dinjurkan melakukan vaksin influenza. Vaksinasi influenza dilakukan sekali setiap tahun. Vaksin influenza sangat dianjurkan kepada orang dewasa yang memiliki permasalahan gangguan sistem pernapasan kronis, penyakit ginjal kronis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, HIV/AIDS, kanker, anemia dan beberapa penyakit kronis lainya.

Selain itu dianjurkan juga kepada lansia, karyawan, tenaga kesehatan, perokok, pelancong, orang yang tinggal di tempat penampungan, dan calon jemaah haji/umrah. Infulenza adalah penyakit yang ditandai dengan batuk, demam, dan nyeri pada otot, penyakit ini sering muncul pada saat musim peralihan antara musim kemarau ke musim penghujan, atau sebaliknya.

2. Varicella (Cacar Air)
Vaksin varicella dianjurkan diberikan untuk semua orang dewasa yang belum mengalami cacar air atau tidak memiliki kekebalan terhadap Varicella. Cacar air yang terjadi saat dewasa umumnya lebih berat daripada yang menyerang pada saat anak-anak.

Vaksin ini tidak diberikan kepada ibu hamil, sebab dapat dapat menyebabkan cacat janin bila infeksi primer terjadi pada trimester pertama kehamilan. Oleh karenanya dianjurkan diberikan sebelum menikah atau hamil.

3. Human Papillomavirus (HPV)
Vaksin HPV diperuntukan hanya untuk perempuan maupun laki-laki. Untuk perempuan vaksinasi HPV dapat menggunakan vaksin HPV bivalent atau quadrivalent, sedangkan pada laki-laki menggunakan vaksin quadrivalent.

Waktu terbaik pemberian vaksin ini untuk mendapat efektivitas maksimal adalah pada usia 9-26 tahun untuk perempuan dan 9-21 tahun untuk laki-laki. Vaksin ini diberikan sebelum ada riwayat atau aktif hubungan seksual. Namun, apabila sudah terdapat riwayat atau masih aktif secara seksual juga tetap harus divaksinasi.

4. Measles, Mups, Rubela (MMR)
Vaksin MMR sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan, pelancong, dan orang yang tinggal di lingkungan padat. Vaksin MMR dapat mencegah Measles (Campak), Mups (Gondongan), dan Rubela (Campak Jerman). Ibu hamil tidak boleh diberikan vaksin ini.

5. Hepatitis B
Vaksin ini diberikan untuk semua orang dewasa tanpa terkecuali. Kelompok yang resiko tinggi dengan penyakit ini adalah tenaga medis, pecandu narkoba, orientasi seksual ganda (bisexual), penderita gangguan hati kronis, dan penderita ginjal kronis.

6. Pneumonia
Vaksinasi ini diberikan ke semua orang berusia 50 tahun ke atas. Atau orang berusia 19 tahun ke atas dengan kondisi mmuno-defisiensi bawaan atau dapatan, HIV/AIDS, gagal ginjal kronis, leukemia, limfoma, kanker, pasien yang mendapatkan transplantasi organ, kelainan hemoglobin lain, dan kebocoran cairan serebrospinal. Vaksin ini juga biasa diberika kepada seluruh calon jemaah haji dan umrah. Tujuan dari vaksin ini ialah agar memberikan proteksi sebelum jemaah haji/umrah berangkat.

Apabila Anda ingin divaksinasi atau ingin berkonsultasi dan bertanya lebih jauh tentang vaksinasi dewasa, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi gratis dari Halodoc. Terlebih karena sekarang masih dalam masa pandemi COVID-19 ini, Anda dapat adaptasi kebiasaan baru dengan konsultasi secara online.

Dengan Halodoc kamu bisa mendukung program dari pemerintah dengan adaptasi kebiasaan baru yakni bisa konsultasi langsung chat dokter, beli obat tanpa harus datang ke rumah sakit langsung. Fitur aplikasi Halodoc juga paling yang paling lengkap, jangan tunggu sampai sakit, terus gunakan fitur aplikasi Halodoc untuk bantu Anda tetap fit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *