Ciri-ciri Wanita Subur Yang Patut Diperhatikan

  • Whatsapp

Ciri wanita subur di bawah ini menginformasikan kepada anda petunjuk umum untuk mengetahui apakah anda termasuk wanita yang masih subur atau tidak. Saat seorang wanita belum memasuki usai 34 tahun, mereka dikategorikan sebagai wanita dengan kesuburan 90 persen. Dengan catatan, anda bukan pecandu alkohol dan narkoba.

Ketidaksuburan pada wanita bisa disebabkan oleh tersumbatnya saluran telur, kista, disfungsi hormon dan endometriosis. Kita simak yuk enam ciri wanita subur yang paling utama.

1. Tidak merokok
Jika anda perokok berat, kemungkinan besar anda mengalami penurunan tingkat kesuburan hingga 43 persen. Resiko anda menjadi mandul 3 kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok. Keinginan anda untuk memiliki momongan pun akan susah untuk terwujud jika pasangan anda ternyata juga perokok berat. Rokok mengandung berbagai jenis bahan kimia yang berbahaya untuk kesehatan tubuh. Siklus ovulasi akan terganggu dan sel telur bisa rusak. Mereka yang merokok saat tengah hamil memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami bayi keguguran dan bayi lahir mati.

2. Berat badan normal
Pastikan anda memiliki berat badan yang normal. Wanita dengan berat badan tak wajar akan mengalami gangguan pada ovulasi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ada pula kasus ekstrim dimana ovulasi bisa terhenti sama sekali. Tubuh akan menghemat energi pada wanita yang terlalu kurus sehingga proses ovulasi bisa berhenti total.

Jika kondisi ini terus menerus terjadi, anda bisa mandul. Mereka yang terlalu berlebihan melakukan olahraga fisik juga memiliki resiko kemandulan yang tinggi akibat kurangnya lemak dalam tubuh. Kemandulan permanen juga mengancam wanita dengan berat badan berlebihan sebab sindrom ovarium polikistik siap menyerang.

3. Bebas penyakit menular seksual
Ciri wanita subur selanjutnya berkenaan dengan tubuh yang bebas dari penyakit menular seksual/ PMS. Wanita yang terinfeksi PMS beresiko mengalami kemandulan. Penyakit kewanitaan seperti gonore dan klamidia bisa mengakibatkan penyakit radang panggul yang dapat menginfeksi organ reproduksi. Infeksi yang terjadi bisa memicu adanya jaringan parut pada ovarium dan saluran tuba sehingga menghambat terjadinya ovulasi.

4. Tidak memakai alat kontrasepsi
Anda yang telah mendapat suntikan hormon pengendali kehamilan memerlukan paling tidak satu tahun untuk mengembalikan kesuburan seperti sedia kala. Tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan periode menstruasi sehingga ovulasi bisa terjadi secara teratur. Kalaupun haid anda sudah normal, biasanya ovulasi yang masih belum teratur. Tapi anda tak perlu khawatir sebab hormon ini tak menyebabkan kemandulan.

5. Periode menstruasi normal
Menstruasi yang normal merupakan ciri wanita subur berikutnya. Haid yang terjadi secara berkala menunjukkan bahwa tubuh memiliki keseimbangan hormon dan ovulasi terjadi dengan teratur. Tanda-tanda ovulasi saat menstruasi ditandai dengan kram pada perut, nyeri pada payudara, kembung, nafsu seks meningkat dan suhu tubuh yang tinggi. Anda bisa menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim dengan suami pada hari dimana peluang kehamilan sangat inggi.

6. Tidak stress
Stres memang tak terhindarkan lagi sebab masalah yang menumpuk baik di rumah maupun di kantor bisa membuat anda meresa cemas, gelisah dan khawatir. Wanita yang mengalami stres akan memproduksi hormon prolaktin dan kortisol yang dapat mengganggu ovulasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *