April 21, 2024

Infoterpercaya.net

Informasi Terpercaya

Gubernur BI Ungkap Alasan Ekonomi Global Berpotensi Tumbuh Lebih Tinggi

2 min read
Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi global berpotensi lebih baik dari prakiraan sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi global berpotensi lebih baik dari perkiraan sebelumnya 2,3 persen.

Menurut dia, hal itu terjadi setelah penghapusan Zero Covid Policy di Cina.

Kebijakan tersebut untuk mencegah penyebaran komunitas dari virus corona.

“Pertumbuhan ekonomi Cina berpotensi lebih tinggi dengan permintaan domestik yang meningkat.

Sejalan pembukaan ekonomi Cina pascapenghapusan Zero Covid Policy,” ujar Perry dalam konferensi pers hybrid di Gedung BI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 15 Februari 2023.

Bank Indonesia: Aliran Modal Asing Masuk Rp4,87 Triliun dalam Sepekan Ini Sedangkan perekonomian Amerika Serikat dan Eropa, kata Perry, diperkirakan melambat dengan risiko resesi yang masih tinggi.

Sementara itu, inflasi global menurun secara gradual dipengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan perbaikan gangguan rantai pasokan.

“Meskipun tetap di level tinggi seiring harga energi dan pangan yang belum turun signifikan dan pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa yang masih ketat,” tutur dia.

Namun, inflasi yang melandai diperkirakan mendorong kebijakan moneter ketat di negara maju mendekati titik puncaknya.

Dengan suku bunga diperkirakan masih tetap tinggi di sepanjang 2023.

Bank Indonesia Catat Cadangan Devisa Indonesia Mei USD 139,3 Miliar Selain itu, ketidakpastian pasar keuangan global juga mereda sehingga berdampak pada meningkatnya aliran modal global ke negara berkembang.

“Tekanan depresiasi nilai tukar di berbagai negara tersebut berkurang,” ucap Perry.

Sebelumnya, bulan lalu BI menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,6 persen.

Hal itu, menurut Perry, disebabkan oleh fragmentasi politik dan ekonomi yang belum usai serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju.

Selain itu, koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang cukup besar dan disertai dengan meningkatnya risiko potensi resesi terjadi di AS dan Eropa.

Ditambah lagi dengan penghapusan Kebijakan Zero Covid di Cina, di mana dampaknya diprakirakan akan menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Pilihan Editor: Jokowi Pastikan 2023 Tahun Terakhir RI Ekspor Bahan Mentah: Timah, Bauksit dan Tembaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.