Juli 18, 2024

Infoterpercaya.net

Informasi Terpercaya

Kericuhan Acara Motor Trail di Ranca Upas, IMI Jabar Akui Ada Kesalahan Prosedur

3 min read
Pengurus IMI Jabar meminta penjelasan dua anggotanya yang menjadi COF dan observer dalam kericuhan acara motor trail di Ranca Upas.

Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Jawa Barat (IMI Jabar) mengungkap kronologi kericuhan acara motor trail di Ranca Upas, Kabupaten Bandung yang terjadi sepekan lalu, 5 Maret 2023.

Di acara itu, IMI Jabar mengirimkan dua anggotanya yang berlisensi, masing-masing sebagai Ketua Panitia Pelaksana (COF) dan observer.

“Itu ada kesalahan prosedur makanya juga sanksi sudah kami siapkan,” kata Ketua Harian IMI Jabar Martin Harjawinata, Minggu, 12 Maret 2023.

Nasib Satwa di Bandung Zoo Terkait Rencana Penyegelan Pemkot Bandung IMI Jabar ikut memberikan rekomendasi acara lewat Surat Keputusan Nomor: 006/IMI-JABAR/SK.WST/A/II/2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Camping Adventure Explore (Gas Duduluran Silaturahmi Mapag Munggahan).

Surat yang ditetapkan 10 Februari 2023 itu diteken Ketua IMI Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin.

Rekomendasi acara diberikan IMI Jabar setelah ada permohonan surat pada Januari 2023 dari Cimahi Auto Sport, juga Subagja sebagai penanggung jawab kegiatan.

Selain itu ada surat izin acara dari Perhutani tertanggal 6 Februari yang diteken General Manager Ekowisata Jawa Barat & Banten Agus Mashudi.

“Sebelum kami mengeluarkan rekomendasi, pemilik lahan itu harus mengeluarkan izin dulu,” ujar Martin.

Mau ke Bandung dari Jakarta, Siapkan Ongkos Segini Untuk Bayar Tol Beberapa surat izin lainnya berasal dari PT.

Perkebunan Nusantara VIII, Camat Rancabali, Kepolisian Sektor Ciwidey, serta Komandan Rayon Militer Ciwidey.

Sebelum pelaksanaan acara, Ketua Panitia Pelaksana (COF) dari IMI Jabar melakukan inspeksi dua kali pada 11 dan 25 Fabruari 2023.

Hasil laporannya antara lain, jarak jalur peserta acara motor trail sekitar 22 kilometer, tim pendamping 30 orang, dibuatkan tanda jalur, rambu, tiga pos lintasan, lokasi bertanah basah, dan RSUD Soreang menjadi rumah sakit terdekat dengan waktu tempuh 30 menit.

Setelah itu IMI Jabar mengeluarkan surat tugas observer bagi seorang anggotanya pada 2 Maret 2023.

Laporannya, pada saat acara, jumlah peserta ketika start sebanyak 1.604 orang.

Sedangkan yang sampai selesai 1.500 orang.

Panitia acara sempat mengundi pemenang hadiah tiga sepeda motor, juga sepatu.

Namun tidak ada catatan observer soal pembakaran hadiah sepeda motor seperti dalam video yang beredar di media sosial.

Observer mencatat beberapa kejadian penting selama acara, dimulai dari pagi pukul 08.00 dalam kondisi cuaca yang sangat dingin.

Sekitar 500 peserta mulai memasuki lintasan yang ikut dikawal Ketua Panitia Pelaksana (COF) dari IMI Jabar.

Sekitar pukul 10.00, observer mendapat informasi dari tim di jalur bahwa terjadi kemacetan di zona satu.

Observer kemudian berinisiatif untuk menghentikan sementara pelepasan peserta dari garis start selama 30 menit.

“Sekitar jam 11 siang banyak peserta yang masuk dan keluar jalur,” katanya.

Menjelang tengah hari, peserta yang sampai garis finish antri di stand makanan yang disediakan panitia.

Panggung hiburan menyemarakkan acara yang disertai pengundian hadiah, hingga acara ditutup pada pukul 15.30.

Panitia bergegas masuk jalur karena ada peserta yang terjebak juga kelelahan.

Sekitar pukul 16.00 menurut observer, dia membantu seorang peserta yang tergeletak di area finish.

Setelah diberi makanan dan minum, peserta itu minta diantar ke mobilnya di tempat parkir.

”Belum jauh dari venue berpapasan dengan orang yang mengacung-acungkan golok,” kata observer.

Setelah mengantar, ia ingin kembali ke lokasi acara namun terjebak macet.

Seorang petugas pun menyuruhnya untuk tidak ke lokasi acara karena suasananya tidak kondusif menjelang petang.

Saya pun pulang untuk menyelamatkan diri saya,” kata observer.

Di luar laporan itu, menurut Martin Harjawinata, pada malam hari sebelum acara, observer mempertanyakan beberapa persyaratan yang tidak lengkap seperti ambulans dan pemadam kebakaran.

“Di aturan kami, tidak akan dimulai (acara) ketika tidak ada ambulans,” ujarnya.

Namun begitu acara motor trail tetap digelar.

“Dia (observer) khawatir ketika ratusan orang sudah mulai berkumpul mau tidak mau dia mengeluarkan kebijakan yang kami anggap itu salah,” kata Martin.

Sehari setelah acara, pengurus IMI Jabar meminta penjelasan dua anggotanya yang menjadi COF dan observer.

Organisasi juga mengerahkan Komisi Disiplin yang berjumlah lima orang, yaitu tiga dari pengurus dan dua dari para senior.

“Ini yang akan menjatuhkan sanksi terhadap orang-orang tersebut terutama kepada klub penyelanggara yang sudah kami berikan rekomendasi untuk menjalankan kegiatan,” ujar Martin.

Pilihan Editor: Rombongan Motor Trail Rusak Kebun Edelweis di Ranca Upas, Panitia Bicara Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.