Februari 24, 2024

Infoterpercaya.net

Informasi Terpercaya

Meteorit Tabrak Bulan Terekam Kamera Astronom Jepang di Bumi

2 min read
Dibandingkan dengan di Bumi, di Bulan hanya ada eksosfer yang sangat renggang. Meteorit bisa lebih sering menabraknya.

Sering terdengar kabar ada meteorit yang jatuh ke Bumi setelah menabrak atmosfer dan terbakar di udara.

Kali ini, ada meteorit jatuh ke Bulan dan terekam oleh kamera di Bumi.

Seorang astronom di Jepang berhasil menangkap kilatan meteorit saat menabrak Bulan tersebut, merekamnya berupa kilatan singkat.

Astronom itu ialah Daichi Fujii, kurator Museum Kota Hiratsuka.

Dia menggunakan kamera yang dipasang untuk memantau Bulan.

Dijelaskannya, waktu kilatan itu terjadi pada 23 Februari 2023 pukul 20:14:30,8 Waktu Standar Jepang atau 11.14 GMT atau 18.14 WIB.

“Meteorit itu tampaknya menghantam dekat kawah Ideler L, sedikit di barat laut kawah Pitiscus,” kata Fujii.

50 Tahun Kemitraan ASEAN-Jepang, Arsjad Rasjid: Momentum Mempererat Hubungan Perdagangan dan Investasi Diperkirakan, meteor bergerak dengan kecepatan rata-rata 48.280 kilometer per jam atau 13,4 km/s.

Dampak dari kecepatan tinggi tersebut menghasilkan panas yang hebat dan menciptakan kawah, sekaligus memberikan kilatan cahaya tampak yang cemerlang.

Peristiwa tabrakan di Bulan memang dapat dilihat dari Bumi, jika objek cukup besar dan terjadi di suatu area saat malam, dan pastinya lokasi kejadian di Bulan menghadap Bumi.

Kawah yang baru dibuat oleh hantaman meteorit itu bisa berdiameter sekitar belasan meter.

Menurut Fujii, kawah pada akhirnya dapat dicitrakan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter NASA atau Chandrayaan 2 India.

Dibandingkan dengan di Bumi, yang kebanyakan meteor terbakar habis di atmosfer, di Bulan hanya ada eksosfer yang sangat renggang.

Artinya, meteor yang tidak akan mencapai permukaan Bumi umumnya akan bisa berdampak di Bulan.

Di sana akan menciptakan penampakan kawah-kawah karena batuan antariksa terus-menerus menumbuk permukaan Bulan.

Top 3 Dunia: Putin Sebut Peledakan Bendungan Biadab hingga Penggunaan Kata Perang Peristiwa ini tentu memiliki nilai sains dan bisa membantu para ilmuwan mempelajari tingkat dampak di permukaan Bulan, yang semakin relevan dengan AS dan negara lain yang bersiap mengirim astronot ke satelit alami Bumi itu.

SPACE Pilihan Editor: Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau NTT?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.