Indahnya Gunung Bromo dan Bukit Teletubbies di Probolinggo

  • Whatsapp

Jangan bilang bahwa anda sudah pernah mengunjungi Jawa Timur bila belum menapakkan kaki di Gunung Bromo. Gunung api yang berada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini memiliki keunikan dengan pasir lautnya yang membentang seluas 5250 hektar.

Di sini, anda dapat mendaki melalui tangga untuk melihat matahari terbit dan terbenam ataupun berkuda. Penamaan Bromo sendiri berasal dari kata Brahma, yang merupakan nama Dewa dalam Agama Hindu. Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang sangat terkenal seantero Indonesia dan dikenal sebagai ikon Jawa Timur. Memang Bromo tidaklah sebesar gunung berapi lainnya di Indonesia, namun pemandangannya sangat spektakuler dan bisa membuat siapa pun yang melihatnya jatuh cinta.

Masyarakat asli Bromo yaitu Suku Tengger meyakini bahwa Bromo merupakan tempat seorang pangeran yang mengorbankan hidupnya untuk keluarganya. Di sini masyarakat melakukan Upacara Kasada setiap tahunnya dengan mempersembahkan ayam, sayuran dan uang, dengan membuangnya ke kawah gunung berapi sebagai persembahan kepada dewa. Upacara ini biasa dilakukan setiap bulan Kasada yakni berkisar bulan September-November.

Sebelum mendaki Bromo, ada beberapa tips penting yang harus dilakukan. Pertama, istirahatlah dengan cukup sebelum berangkat. Kedua, kenakan jaket yang tebal, kaos tangan, penutup kepala, dan syal untuk mengurangi rasa dingin saat di Bromo. Ketiga, lebih baik mengenakan sepatu dibandingkan sandal agar tidak kedinginan. Terakhir, untuk mencegah masuk angin dan menambah kehangatan, bawalah minyak kayu putih.

Menuju Gunung Bromo, anda harus melewati lautan pasir yang luas kemudian berhenti di pos pemberhentian jeep terakhir. Untuk sampai ke kaki Bromo, anda dapat berjalan kaki ataupun menyewa kuda, dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer. Jalan menuju kaki Bromo cukup landai, sepanjang jalan anda akan melewati pasir hitam yang merupakan hasil muntahan letusan Gunung Bromo beberapa waktu lalu. Jika anda lelah, tidak perlu dipaksakan untuk terus berjalan. Anda bisa beristirahat dulu di warung yang menyediakan air minum, teh, kopi, dan mie instan.

Setibanya di badan gunung, jalan pun mulai menanjak. Kemiringan jalan kurang lebih 45°. Namun anda tidak perlu khawatir, karena telah tersedia anak tangga yang terbagi menjadi dua jalur untuk naik dan turun. Anak tangga ini sengaja dibangun agar pengunjung bisa lebih mudah untuk mencapai puncak Bromo. Tidak perlu waktu yang lama untuk bisa sampai ke puncak. Dalam waktu sepuluh menit saja, anda sudah tiba di puncak Bromo. Adapun perjalanan bisa lebih lama dikarenakan ramainya pengunjung yang antre untuk naik ke puncak dan turun dari puncak.

Di atas Bromo, anda bisa melihat banyak orang dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak, muda, dewasa, tua, laku-laki, perempuan, pengunjung lokal, pengunjung asing, semuanya berkumpul di puncak Bromo. Anak tangga pada Bromo memang membuat siapa saja bisa mendaki gunung berapi aktif tanpa kendala. Udara sejuk khas pegunungan akan membuat rasa letih anda berangsur hilang, apalagi bila melihat indahnya alam dari atas puncak. Hamparan pasir yang luas akan terlihat jelas, orang-orang akan terlihat kecil dari kejauhan, dan gunung tetangga yaitu Gunung Batok akan terlihat sempurna bak nasi tumpeng yang kerucut.

Di puncak gunung ini juga lah, anda dapat melihat kawah yang berstatus aktif, dimana semburan gasnya masih ada. Bibir kawah ini cukup luas, namun tidak semuanya dikelilingi oleh pagar pengaman, sehingga anda harus berhati-hati saat mendekati bibir kawah. Setelah puas menikmati alam Bromo, silahkan turun dengan sukacita karena menuruni Bromo tidak memerlukan tenaga yang ekstra seperti saat menaikinya.

Di samping puncak Bromo, masih ada keindahan alam lainnya yang bisa anda susuri yaitu hamparan bukit yang ditumbuhi rerumputan dan tanaman pakis. Jika dilihat secara seksama, bukit ini terlihat menyerupai bukit dalam serial Teletubbies. Jika penasaran untuk mendakinya, anda bisa berjalan kaki ataupun menyewa jasa kuda.

Suasana Bukit Teletubbies memang mirip seperti dalam serial Teletubbies. Tidaklah heran bila belakangan ini, kunjungan di Bukit Teletubbies semakin meningkat. Orang Indonesia tidak perlu jauh-jauh ke negara asal untuk menikmati Bukit Teletubbies, karena di Bromo telah tersedia Bukit Teletubbies alami. Kelelahan anda setelah mendaki Bromo akan berangsur hilang dengan memandang perbukitan hijau, Bukit Teletubbies Bromo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *